Dyah Argarini

Guru Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Kota Surabaya. ...

Selengkapnya
5 Perlakuan Orang tua Terhadap Anak Yang Dapat Menyebabkan Anak Berperilaku Buruk

5 Perlakuan Orang tua Terhadap Anak Yang Dapat Menyebabkan Anak Berperilaku Buruk

Seringkali kita sebagai orang tua tidak tahu, bahwa apa yang kita anggap baik ternyata buruk dampaknya buat anak. Bahkan ada juga orang tua yang merasa heran dengan tabiat kurang bagus putra putri mereka tanpa mereka sadari bahwa hal itu dikarenakan cara mereka yang salah dalam memperlakukan anaknya.

Tadi siang saya membaca sebuah artikel yang menurut saya sangat bermanfaat buat kita selaku orang tua maupun guru. Bukan berarti saya hendak menggurui (meskipun sebenarnya saya guru juga hhh) bila saya menjelaskan hal hal tersebut untuk diketahui oleh orang tua maupun bapak ibu guru. Ditulis dalam bahasa inggris di laman MesmerizingWords.com, berjudul "If You Don't Want Your Children To Be Bad Mannered, Stop Making These 5 Errors" artikel itu sangat mengusik rasa keingintahuan saya. Judul yang sangat menarik. Maknanya adalah bahwa ada 5 kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua yang bisa berdampak buruk pada perkembangan kepribadian anak. Dan bila kita tidak segera menyadari dan memperbaikinya, maka perkembangan kepribadian anak anak kita akan buruk dan pada akhirnya akan berakibat negatif dalam kehidupan mereka. Sungguh, hal ini tentu saja sangat tidak kita harapkan.

Emma Jenner, seorang wanita yang sangat terkenal karena acaranya di TLC “Take Home Nanny”, mengungkapkan bahwa ada 5 kesalahan yang dibuat orangtua yang cepat atau lambat akan membawa penderitaan tidak hanya bagi anak tetapi juga bagi orang tua.

Menurut Emma, ​​penting sekali agar orang tua mulai menuntut lebih banyak dari anak-anak mereka atau berharap banyak dari mereka. Bukan berarti kita menuntut anak anak kita untuk melakukan sesuatu yang jauh dari kemampuan dirinya namun jangan pula terlalu memanjakan mereka sehingga mereka tidak melakukan apa apa untuk memperoleh yang diinginkannya. Libatkanlah mereka dalam melakukan sebuah usaha untuk mengatasi kesulitan mereka. Jangan memberi terlalu banyak. Berilah mereka lebih sedikit dari yang mereka butuhkan. Hal ini akan memaksa mereka untuk sedikit berusaha. Yah, semacam tantangan untuk anak anak kita.

Berikut ini adalah 5 kesalahan yang sering dilakukan orang tua jaman sekarang, dan sayangnya kesalahan ini dilakukan berulang ulang.

1. Takut pada anak

Contoh: Jika seorang anak ingin minum susu dari cangkir yang biasanya dia pakai, dan ternyata cangkir kesayangannya itu tidak ada, alih alih mengabaikan permintaan si anak, kebanyakan , orang tua malah segera mulai mencarikan cangkir kesayangan anaknya itu. Mereka takut anak mereka akan menangis atau tak mau makan.

Emma menganggap ini sebagai kesalahan besar. Anak kita tidak seharusnya memerintah kita. Biarkan saja mereka menangis dan pergilah ke tempat lain jika kita tidak tega mendengar tangisan anak. Jangan pernah membesarkan anak-anak kita dengan memanjakan mereka, memenuhi setiap keinginan mereka setiap saat. Renungkanlah, bahwa kita sebenarnya sedang mengirim sebuah pesan kepada anak ketika kita memberi mereka semua yang mereka inginkan hanya karena mereka menangis. Yah, kita sedang mengirim pesan kepada anak kita bahwa dengan menangis ia bisa dapat sesuatu tanpa berusaha.

2. Mudah memaklumi ("Ya, namanya juga anak-anak ...")

Salah satu dari 5 kesalahan adalah yang satu ini. Jika kita membenarkan kesalahan perilaku mereka di depan umum dengan menggunakan frasa ini ( maklumlah.. mereka masih anak anak..) ketahuilah bahwa sesungguhnya kita sedang memotivasi anak-anak kita untuk terus berbuat salah dan tidak bertanggung jawab.

Anak-anak sebenarnya mampu melakukan lebih dari yang diharapkan orang tua mereka. Mereka bisa belajar tentang rasa hormat dan sopan santun kepada orang lain, mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari, belajar bermurah hati dan mengendalikan diri. Kita saja yang suka memaklumi 'kenakalan' anak. Padahal memaklumi kenakalan itu akan menjadi pembenaran bagi mereka untuk bertingkah laku yang sama di kemudian hari yang ujung ujungnya akan menjadi kebiasaan.

Emma menyarankan agar kita bisa mendorong anak untuk bisa meningkatkan kemampuan dirinya lebih tinggi lagi. Berikan kepercayaan kepada anak dan tuntutlah mereka untuk lebih baik. Dengan cara itu kita akan mengajari mereka cara berperilaku yang benar.

3. Tidak membiarkan orang lain memarahi anak kita

Dahulu guru bisa memarahi anak-anak kita ketika mereka berperilaku tidak semestinya. Guru adalah mata dan telinga kita ketika anak-anak itu di luar jangkauan pandangan kita. Namun di masa sekarang ini tidak bisa lagi seperti itu, karena jika seorang guru memarahi anak, atau memberikan hukuman yang sesikit keras kepada putranya, orang tua cenderung marah. Mereka bahkan tidak mencoba mencari tahu dan tidak mau tahu apa penyebabnya. Jika kita selaku orang tua bertindak seperti ini, maka sesungguhnya kita sedang memberi tahu anak-anak kita untuk tetap berbuat salah dan bahwa kita selaku orang tuanya, maupun gurunya tidak akan melakukan apa pun untuk bisa menghentikan mereka.

4. Anak harus didahulukan.

Salah satu dari 5 kesalahan mendidik anak adalah yang satu ini juga. Orangtua cenderung menjaga anak-anak mereka, over protective. Mengatur mereka terlalu detail.

Orangtua juga seringkali berlebihan dalam memperhatikan anak anak mereka, sampai mengabaikan kewajiban dan kesehatan mental mereka dengan serta merta memenuhi semua kebutuhan dan permintaan mereka, dimanapun dan kapanpun mereka inginkan. Ini akan membuat kedamaian dan kesehatan Anda menurun, membuat kita tertekan, tetapi di atas itu semua, sikap kita yang demikian itu akan menunjukkan kepada anak-anak kita bahwa merekalah yang memegang kendali, bukan orang tuanya.

Perlu diingat bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada anak kita hanya karena kita telah meluangkan waktu untuk diri sendiri (kecuali ada keadaan darurat ), dan tidak akan terjadi apa pun bila kita mengatakan "Tidak" pada mereka.

5. Menggunakan jalan pintas.

Orang tua saat ini sering menggunakan jalan pintas agar anak anak merasa bosan dan mulai mencari perhatian. Agar diam, duduk manis dan tidak ribut, para orang tua sering mengalihkan perhatian anak dengan memberikan perangkat elektronik setiap kali mereka berada disuatu tempat menunggu sesuatu. Misalnya saat ke dokter, naik pesawat, menunggu bus, atau saat kita sibuk memasak dan membersihkan di rumah. Kita harus mengajari anak-anak kita cara bersabar. Mereka harus belajar bagaimana menghibur diri mereka sendiri. Mereka juga harus belajar bahwa makanan tidak akan siap dan disajikan langsung begitu mereka minta. Lebih baik ajari anak agar mereka membantu kita di dapur. Tidak harus mbantu kita memasak, tetapi kita bisa berikan tugas tugas lain misalnya menyiapkan meja makan, mencuci piring, menata buah dan lain lain. Ini akan membantu mereka menjadi lebih kuat.

Cobalah untuk tidak membuat 5 kesalahan ini dan mari menjadi orang tua yang lebih baik untuk anak-anak kita!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali